Nasional Peristiwa Uncategorized 

Wahh..!! Benarkah Ada Potongan Dana Bankeu Th 2021 Di Kab Tasik Sampai 40%..??

Kab.Tasik, SANUS.COM — Dana Bantuan Keuangan Desa (Bankeu) Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2021 yang digelontorkan untuk mempercepat pembangunan pedesaan, diduga kuat disunat broker alias makelar dengan nilai potongan cukup fantastis di kisaran 30 sampai 40 persen.

Hal itu disampaikan Ketua DPP LSM BERANTAS Heri Ferianto saat dikonfirmasi awak media di kediamannya, di daerah Cibeureum Kota Tasikmalaya pada selasa 14 September 2021

Heri menjelaskan, terkuaknya dugaan penyunatan dana Bankeu ini berawal dari adanya informasi masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti oleh tim investigasi kami, beberapa hari kebelakang sempat mendatangi salah satu Desa yaitu Desa Jatiwaras Kecamatan Jatiwaras Kab.Tasikmalaya, dimana didapat bukti dan fakta yang cukup kuat terjadi dugaan adanya pemotongan sampai 40 persen.

Selanjutnya, tim kami juga sedang melakukan investigasi lanjutan di sejumlah Desa yang berada di tiga Kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Manonjaya, Kecamatan Cineam dan Kecamatan Karangjaya. 

Sebab, kami juga mensinyalir adanya makelar yang diduga sebagai orang kepercayaan oknum Anggota Dewan yang bertugas mengkondisikan uang sunatan di sejumlah Desa dengan cara menggunakan tangan sejumlah oknum Kades sebagai penagih dan pengumpul uang sunatan., jelas Heri.

Untuk sementara, lanjut Heri, kami hanya memegang data pencairan dana Bankeu untuk 44 Desa dari 7 Kecamatan. Kalau ditotalkan nilainya kurang lebih sekitar 14 milyar. Kalau semuanya terbukti adanya pemotongan sampai 40 persen, bayangkan saja berapa nilai kerugian negara.

Hal ini tidak boleh dibiarkan dan harus diusut tuntas. Karena ini merupakan indikasi korupsi yang jelas merugikan keuangan negara dan merugikan rakyat, bagaimana hasil pembangunan bisa bisa berkualitas sesuai perencanaan, jika anggarannya disunat sampai sebesar itu,” jelasnya lagi.

Kami berharap ini akan menjadi informasi awal agar BPK dan Inspektorat segera bergerak. Usut tuntas dan periksa semua Kepala Desa yang mendapat Bankeu, berapa jumlah anggaran yang diterima, berasal dari anggota Dewan siapa, dari Partai apa, dan apa korelasinya serta berapa jumlah potongannya. Sebab, praktek seperti ini diduga kuat sistematis dan melibatkan pejabat terkait,” pungkas Heri. SN

1 1 vote
Article Rating

Related posts

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments