Nasional Peristiwa Uncategorized 

Selain Di Duga Tidak Transparan Pembangunan Tol Tasik-Bandung” Calo Teriak Calo

sabdanusantara.com — Penetapan Lokasi ( Penlok ) Pembangunan Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya Yang Tidak Transparan Diduga Langgar UU No 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum.

Minimnya informasi penetapa lokasi Tol Bandung-Tasikmalaya yang diduga sengaja ditutup-tutupi, menjadi pemicu keresahan warga khususnya para pemilik tanah yang kabarnya akan dilalui trase tol.

Bagaimana tidak, informasi resmi yang diterima masyarakat barulah sampai tahapan Amdal, sedangkan fakta di lapangan sudah terjadi inventarisasi data kepemilikan tanah di beberapa Kelurahan di Kecamatan Cibeureum.

Artinya, penetapan lokasi (penlok) sudah dilaksanakan namun datanya diduga disembunyikan dengan dalih mengantisipasi spekulan. Padahal faktanya di duga spekulan sendiri telah memiliki data lengkap, bahkan sudah mulai bergentayangan mendekati para pemilik tanah.

Hal ini tentunya tidak akan terjadi jika tidak ada campur tangan oknum pejabat yang ingin ikut mencari keuntungan. Terang salah satu Aktivis Muda Kota Tasikmalaya Heri Ferianto Kamis 09/07/20.

Heri juga katakan dalam konteks pembangunan untuk kepentingan umum, tidak dibenarkan alasan apapun untuk membatasi informasi. Karena pelaksanaannya tidak boleh menyimpang dari ketentuan UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum yang harus mengedepankan azas keterbukaan, keadilan, kepastian, kesepakatan, serta kepentingan hukum bagi pihak yang berhak.

“Dalih mengantisipasi spekulan itu hanyalah alasan clasic, ibarat kata “Calo teriak Calo”. Sebenarnya tidak perlu ada pembatasan informasi, karena prosesnya harus transparan. Kecuali kalau ada maksud lain.

“Jika seluruh tahapan dan prosesnya ditempuh dengan baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku mulai dari proses amdal, penlok, hingga pembebasan lahan, tentunya tidak akan menuai permasalahan.” jelasnya

Sebelumnya, Kata Heri lagi, kami telah melakukan aksi bersama sejumlah elemen dan warga cibeureum untuk menuntut transparansi rencana tol tersebut. dan jika prosesnya masih ditutup-tutupi, kami akan mengadak aksi susulan secara besar-besaran,” Tegas Heri Ferianto. SN

fb-share-icon0

Related posts

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

  Subscribe  
Notify of