Nasional Peristiwa 

Diduga Rugikan Negara Salah Satu Bank Milik Pemerintah Cabang Kota Tasik Dilaporkan

Kota Tasik, sabdanusantara.com — Diduga terjadi Korupsi salah satu Bank milik Pemerinta Cabang Kota Tasikmalya dilaporkan oleh Ketua GMBI ( Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ) Kota Tasikmalaya Dede Sukmajaya, jum’at 23 Oktober 2018.

Pelaporan ditujukan kepada OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ) Kota Tasikmalaya, diteruskan ke Polresta Kota Tasikmalaya, Kejaksaan Negri, Polda Jabar, Kejaksaan Tinggi sebagai tembusan.

Dede Jelaskan Kami melakukan Pelaporan ini atas dasar temuan kami, dan temuan ini kami duga terjadi kejanggalan yang mengakibatkan kerugian Negara.

“Peristiwan ini berawal pada tahun 2013, ada seorang warga dengan nama A ( nama samaran ), mengajukan permohonan kredit sejumlah 6 Miliyar, dengan jaminan atas nama 3 orang  A, b, dan C, tentu atas persetujuan semua, keganjilan yang kami tangkap ketika ada pengajuan kok bisa dihari yang sama, dilayangkan surat penawaran dari Pihak Perbankan seolah-olah di ACC, secara logika harusnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh pihak bank, misal dilakukan Survei lokasi Anggunan/ada tim penilai harga anggunan dan yang lainnya,” Jelas Dede.

Parahnya lagi, masih menurut Dede, Ketika pengajuan kredit yang dilakukan oleh A, kenapa cairnya dana tersebut Bukan kepada Pemohon tapi kepada si B, tanpa ada surat kuasa pencairan dari pemohon kredit, dengan perjalanan waktu, si A ( Pemohon ) yang tidak menerima Uang harus membayar bunga 1,5 Miliyar, selanjutnya beberapa tahun kemudian kredit ini dinyatakan macet oleh pihak perbankan, kemudian pihak Bank melakukan lelang Anggunan atas persetujuan semua pemilik Anggunan menurut pihak Bank, itupun ada beberapa prosedur yang belum ditempuh oleh pihak Bank, misal keputusan Pengadilan/rekomendasi/eksekusi.

“Pihak Bank menjual Aset ( Anggunan ) dibawah nilai Anggunan melalui lelang dengan harga 2,7 Miliyar, sedangkan nilai Anggunan itu sebesar 6 Miliyar, artinya ada selisih 3,3 Miliyar, pertanyaannya siapa yang akan mengganti selisih uang itu yang merupakan uang negara karena Bank tersebut adalah BUMN milik negara, sangat jelas ada kerugian negara dari beberapa kejanggalan yang terjadi dalam transaksi itu,” Pungkas Dede ( sn01 )

0 0 vote
Article Rating

Related posts

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments