Nasional Peristiwa Uncategorized 

Dede Sukmajaya, Rt Rw Jadi Sasaran, Kekrisuhan Data Biangnya Dinsos

Kota Tasik, sabdanusantara.com — Kekisruhan yang terjadi di kalangan masyarakat juga diberbagai media saat ini berkaitan dengan Bantuan sosial yang sedang di laksanakan oleh pemerintah baik pemerintah daerah, propinsi dan pusat.

Kekisruhan dari mulai salah sasaran, Doble data, dan tumpang tindihnya data di tengah masyarakat yang mendapatkan bantuan ini semakin membuat para RT dan RW kebingungan .

Ketua Umum FORSIL RTRW Kota Tasikmalaya
Dede Sukmajaya, saat di temui sabdanusantara mengatakan, setelah telecomfrends dengan sekretaris daerah yang di selenggarakan oleh rekan rekan HMI tadi malam bahwa carut marutnya data saat ini di akibatkan oleh :

1.Data yang dipakai oleh Pemerintah adalah hasil pendataan tahun 2011 dan 2014.
2.Adanya Pendataan yang tidak jelas dan tidak akurat yang dilakukan oleh petugas Dinsos yang karena menurut keterangan dari pihak Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya sejak tahun 2015 pendataan dilakukan oleh Dinas Sosial, dan ini tidak melibatkan RT dan RW .
3.Adanya petugas lain selain RT dan RW yang mendata, seperti kader posyandu atau pendaping PKH .

Pada akhirnya menyebabkan pihak RT dan RW tidak tahu soal siapa yang mendapat program bantuan pemerintah baik bantuan yang sudah berjalan seperti PKH, BPNT dan yang sekarang dilaksanakan oleh pemerintah sesuai data DTKS yang dikeluarkan pihak Dinsos.

kemudian ke tidak merataan dalam pembagian bansos ini juga memicu kegaduhan ditengah tengah masyarakat yang akibatnya RT dan RW menjadi sasaran kemarahan warga, padahal RT dan RW tidak tahu menahu soal pendataan karena selama ini belum pernah di libatkan oleh BPS dan Dinsos,” Jelas Dede

Berikutnya Dede Sukmajaya juga mengatakan akibat dari kekrisuhan data saat ini yang paling bertanggung jawab adalah Dinas sosial

“siapa yang bertanggung jawab atas tidak meratanya bantuan saat ini misalkan di RW 02 hanya ada 4 orang penerima bantuan, sedangkan di RW yang lain ada yang puluhan, bahkan ada yang hampir seratus KK, ini siapa yang bertanggung jawab kalau bukan Dinsos,” katanya lagi.

Jika saja dari awal melibatkan pihak Rt dan Rw kami jamin tidak terlalu banyak salah, karena merekalah yang banyak tahu secara persis terhadap warganya sendiri, bukan malah orang lain yang di percaya oleh dinas sosial, terlebih adanya bantuan yang di gembar gemborkan apakah menjami realisasi dalam waktu dekat.? Pun juga mencukupi sesuai pengajuan.? Kita tunggu saja.

FORSIL Kota Tasikmalaya saat ini terus bergerak menyuarakan Keluh kesah RT RW yang selalu menjadi objek penderita padahal keberadaan kami itu dalam rangka membantu pelaksanaan program pemerintah dalam pembangunan menuju masyarakat MADANI / CIVIL SOCIETY yang seharusnya pemerintah lebih memaksimalkan peran aktif RT dan RW,” tegas Dede

kemudian soal data yang saat ini sangat diperlukan oleh para RT RW kaitan dengan siapa saja yang mendapatkan bantuan ini  sangatlah lambat didapatkan sehingga jika terjadi tumpang tindih data kesulitan dan cukup ribet untuk di betulkan lagi lagi.

“ketika terjadi seperti ini RT dan RW lah yang menjadi sasaran, sementara pemerintah dalam hal ini dinsos tidak respon sama sekali soal data, untuk itu kami meminta kepada walikota agar mengevaluasi kinerja dinas sosial yang selalu ngeyel ketika masyarakat bertanya dan sangat tidak transfaran soal data .ada apa dengan dinas sosial ini kami tidak faham,” pungkas Dede. SN.

fb-share-icon0

Related posts

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

  Subscribe  
Notify of